Saturday, 12 May 2018



Pada bagian kali ini kita akan belajar bagai mana cara untuk mengatur teks dengan properti CSS.
Adapun propertinya yaitu text-decoration, text-transform, text-shadow, text-align, line-height, white-space, word-wrap, dan text-overflow.

1. text-decoration

Properti text-decoration bermanfaat untuk mendekorasi teks. nilai yang bisa diberikan adalah sebagai berikut: 
  • none : menghilangkan pengaruh aturan-aturan text-decoration yang diwariskan dari induknya biasa terdapat pada link.
  • underline : membuat teks digarisbawahi.
  • overline: membuat teks diberi garis pada bagian atas.
  • line-through : membuat teks dicoret.
Contoh:


<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>text-decoration</title>
    <style>
      .teks1{
        text-decoration: underline;
      }
      .teks2{
        text-decoration: overline;
      }
      .teks3{
        text-decoration: line-through;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti text-decoration</h2><br>
    <h3 class="teks1">teks di garis bawah</h3>
    <h3 class="teks2">teks di garis atas</h3>
    <h3 class="teks3">teks dicoret</h3>
  </body>
</html>

Berikut hasilnya:



CSS3 menambahkan beberapa properti yang terkait dengan dekorasi teks. dua properti yang mungkin berguna adalah text-decoration-color dan text-decoration-style.

  • text-decoration-color: properti ini digunakan untuk menentukan warna garis yang digunakan untuk mendekorasi teks.
  • text-decoration-style : properti ini berguna untuk mengatur bentuk garis yang digunakan untuk mendekorasi teks. Isinya bisa berupa: solida, double, dotted, dashed, wavy
Berikut adalah contoh penggunaan kedua properti diatas:

<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>text-decoration</title>
    <style>
      .teks1{
        text-decoration: underline;
        text-decoration-color: red;
      }
      .teks2{
        text-decoration: overline;
        text-decoration-style: dashed;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti text-decoration</h2><br>
    <h3 class="teks1">teks di garis bawah merah</h3>
    <h3 class="teks2">teks di garis atas dashed</h3>
  </body>
</html>

Berikut hasilnya:


2. text-transform

Properti text-transform berguna untuk mengkonversi semua huruf ke kapital, kehuruf kecil, kehuruf kecil tetapi semua huruf pertama setiap kata dikapitalkan. isinya bisa berupa capitalize, lowercase, uppercase, atau none.
  • capitalize : membuat hanya huruf pertama setiap kata dikapitalkan, sedangkan yang laink ke huruf kecil.
  • lowercase : membuat semua huruf di konversi ke huruf kecil.
  • uppercase : membuat semua huruf di konversi ke huruf kapital.
  • none : menormalkan
Berikut contohnya:


<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>text-transform</title>
    <style>
      .teks1{
        text-transform: lowercase;
      }
      .teks2{
        text-transform: uppercase;
      }
      .teks3{
        text-transform: capitalize;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti text-transform</h2><br>
    <p class="teks1">teks ini dikonversi kecil</p>
    <p class="teks2">teks ini dikonversi kapital</p>
    <p class="teks3">teks ini dikonversi capitalize</p>
  </body>
</html>

Berikut hasilnya:


3. text-shadow

Properti text-shadow berguna untuk membuat bayangan. Properti ini melibatkan hingga empat nilai.
  • nilai pertama menentukan offset horizontal bayangan. nilai positif berarti kearah kanan dan nilai negatif berarti kearah kiri.
  • nilai kedua menentukan offset vertikal bayangan. nilai positif berarti kearah bawah dan nilai negatif berarti kearah atas.
  • nilai ketiga bersifat opsional, digunakan untuk menentukan radius pengaburan bayangan.
  • nilai keempat bersifat opsional, digunakan untuk menentukan warna. Jika tidak disebutkan, warna yang digunakan samadengan warna teks.
Contoh:


<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>text-shadow</title>
    <style>
      h2{
        font-size: 1.5em;
      }
      .teks1{
        text-shadow: 4px 4px 2px grey;
      }
      .teks2{
        text-shadow: 5px 7px 10px blue;
      }
      .teks3{
        text-shadow: -4px -4px 2px red;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti text-shadow</h2>
    <h2 class="teks1">teks bayangan 1</h2>
    <h2 class="teks2">teks bayangan 2</h2>
    <h2 class="teks3">teks bayangan 3</h2>
  </body>
</html>

Berikut hasilnya:


4. text-align

Pengaturan teks secara harizontal bisa dilakukan dengan menggunakan properti text-align. nilai nilai yang bisa diberikan di properti ini:
  • center : teks diletakan ditengah terhadap batas kiri dan batas kanan teks.
  • left : teks diatur rata kiri terhadap batas kiri teks.
  • right : teks diatur rata kanan terhadap batas kanan teks.
  • justify : teks diatur rata kiri dan rata kanan terhadap batas kiri dan kanan teks.
Untuk melihat efek keempat nilai di text-align, cobalah kode berikut:


<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>text-align</title>
    <style>
      .teks1{
        text-align: left;
      }
      .teks2{
        text-align: right;
      }
      .teks3{
        text-align: center;
      }
      .teks4{
        text-align: justify;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti text-align</h2>
    <p class="teks1">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.</p>
    <hr>
    <p class="teks2">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.</p>
    <hr>
    <p class="teks3">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.</p>
    <hr>
    <p class="teks4">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.</p>
  </body>
</html>

Berikut hasilnya:

Selain text-align, terdapat properti text-align-last yang berguna untuk mengatur pengaturan teks khusus untuk baris terakhir. properti ini tersedia di CSS3. Namun belum semua browser menyediakannya. firefox mengukung fitur ini dengan nama -moz-text-align-last. Efek properti ini dapat dilihat pada contoh kode berikut:


<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>text-align-last</title>
    <style>
      .teks1{
        text-align-last: center;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti text-align-last</h2>
    <p class="teks1">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.</p>
  </body>
</html>

Berikut hasilnya:

5. vertical-align

Properti vertical-align digunakan untuk mengatur perataan teks pada arah vertikal.
  • baseline : Penempatan teks dilakukan sesuai dengan dasar teks elemen orang tuanya. Nilai ini merupakan nilai bawaan vertical-align.
  • middle : Teks diletakan ditengah terhadap dasar teks elemen orang tuanya.
  • sub : Teks diletakan lebih rendah terhadap dasar elemen orang tuanya. Nilai ini berguna untuk membuat tulisan bersubskrip.
  • super : Teks diletakan lebih tinggi terhadap dasar elemen orang tuanya.
  • text-top : Bagian atas teks diletakan sejajar dengan bagian atas teks orang tuanya.
  • text-bottom :  Bagian bawah teks diletakan sejajar dengan bagian bawah teks orang tuanya.
  • top : Bagian atas teks diletakan sejajar dengan elemen tertinggi di baris.
  • bottom : Bagian bawah teks diletakan sejajar dengan elemen  terendah di baris.
Berikut contoh penggunaan vertical-align dengan mencoba kode berikut:


<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>vertical-align</title>
    <style>
      .pangkat{
        vertical-align: super;
      }
      .subskrip{
        vertical-align: sub;
      }
      .top{
        vertical-align: top;
        font-size: 10px;
      }
      .bottom{
        vertical-align: bottom;
        font-size: 10px;
      }
      .middle{
        vertical-align: middle;
        font-size: 10px;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>properti vertical-align</h2>
    <p>Persamaan 25<span class="pangkat">1/2</span> = 5</p>
    <p>Rumus kimia air adalah H<span class="subskrip">2</span>0 </p>
    <p>Lihat posisi teks berikut: <span class="top">xxxx/top</span></p>
    <p>Lihat posisi teks berikut: <span class="bottom">xxxx/bottom</span></p>
    <p>Lihat posisi teks berikut: <span class="middle">xxxx/middle</span></p>
  </body>
</html>

Berikut hasilnya:


6. line-height

Properti line-height berguna untuk mengatu


Di bagian ini, anda akan mempelajari berbagai properti yang berhubungan dengan pengturan font seperti font-family, font-size, font-style, font-weight, font-variant

1. font-family

Properti font-family biasa disertakan dengan tujuan untuk mengatur font-font yang dipakai di halaman web. Contoh isi properti ini adalah sebagai berikut:
font-family: Arial, Verdana, Helvatical, Sans-serif;
Pada contoh seperti itu , font Arial yang akan digunakan untuk menampilkan teks. Namun, jika di komputer klien tidak mengandung font tersebut, font kedua (dalam ini Verdana) akan dipakai. Jika ternyata Verdana juga tidak ada, font berikutnya yang akan digunakan. Mekanisme seperti itulah yang digunakan untuk menggunakan font, dengan bergerak dari font terkiri yang ada di font-family menuju kekanan. Contoh penggunaan font-family adalah sebagai berikut:

<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>font family</title>
    <style>
      h2{
        font-family: cursive, jokerman, sans-serif;
      }
      .teks{
        font-family: monospace, arial;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti font-family</h2>
    <div class="teks">
      Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
      Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
      Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
      Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
    </div>
  </body>
</html>

Catatan: Jika nama font mengandung spasi, nama font perlu di tulis didalam tanda petik tunggal.

2. font-size

Properti font-size digunakan untuk menentukan ukuran suatu font baik secara relatif atau absolute. Satuan ukuran yang bisa anda gunakan adalah yang telah dibahas di bagian sebelumnya. 
Contoh : font-size: 20px;
Contoh tersebut menggunakan ukuran absolute. berikut contoh kode untuk melihat efek pengaturan font-size.

<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>font size</title>
    <style>
      h2{
        font-size: 2em;
      }
      .teks1{
        font-size: 10px;
      }
      .teks2{
        font-size: 15px;
      }
      .teks3{
        font-size: 20px;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti font-size</h2>
    <div class="teks1">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.</div>
    <div class="teks2">Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore.</div>
    <div class="teks3">Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui.</div>
  </body>
</html>


3. font-style

Teks bisa dimiringkan melalui properti font-style  yang diisi dengan italic. Adapun untuk menormalkannya, gunakan nilai normal. Contoh:

<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>font style</title>
    <style>
      .teks1{
        font-style: italic;
      }
      .teks2{
        font-style: normal;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti font-style</h2>
    <div class="teks1">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.</div><br>
    <div class="teks2">Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore.</div>
  </body>
</html>


4. font-weight

Properti font-weight digunakan untuk menebalkan font, nilai yang bisa diberikan ditunjukan pada tabel berikut:

Nilai font-weight Keterangan
Bold Teks ditebalkan
Bolder Teks ditebalkan relatif terhadap bobot orang tuanya. Banyak browser belum mengimplementasikannya
Normal Teks normal.
100, 200, 300, 400 500, 600, 700, 800, 900 Menyatakan tingkat ketebalan. Dalam praktik, banyak browser belum mengimplementasikannya.

Contoh:

<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>font wight</title>
    <style>
      .teks2{
        font-weight: bold;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti font-weight</h2>
    <div class="teks1">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.</div><br>
    <div class="teks2">Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore.</div>
  </body>
</html>



5. font-variant

Properti font-variant berguna untuk membentuk tulisan dengan model "small caps" (Tulisan yang seluruhnya menggunakan huruf kapital, dengan huruf pertama agak tinggi). Nilai yang bisa diberikan adalah small-caps untuk membuat model "small caps" atau normal untuk membuat tulisan normal.
Contoh:

<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>font variant</title>
    <style>
      h2{
        font-variant: small-caps;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti font-variant</h2>
    <div class="teks1">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam</div>
  </body>
</html>


6. Gabungan

Semua properti font tersebut bisa digabungkan menjadi satu dengan properti font. Prinsip dasarnya properti font dapat menyingkat penulisan sejumlah properti berikut:
  • font-family (wajib)
  • font-size (wajib)
  • font-style (opsional)
  • font-variant (opsional)
  • font-waight (opsional)
  • line-height (opsional, akan dijelaskan nanti)
Contoh: 


<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>font</title>
    <style>
      h2{
        font: bold italic small-caps 30px monospace, arial;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h2>Properti font</h2>
    <div class="teks1">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam</div>
  </body>
</html>


Sunday, 6 May 2018



SATUAN UKURAN 

Memahami satuan ukuran sangat penting mengingat CSS menyediakan banyak satuan. Satuan dasar yang akan dibahas adalah satuan panjang, sebagaimana terlihat di tabel berikut:

Relatif/absolut Satuan Keterangan
satuan yang bersifat relatif em Tinggi font sekarang. Nilai 1em berarti sama dengan ukuran font sekarang. nilai 0.5em setengah ukuran font sekarang
ex Setengah tinggi font sekarang
% Ukuran yang dinyatakan dengan presentase terhadap ukuran font sekarang
Satuan yang bersifat absolut px ukuran berdasarkan piksel
in Menyatakan satuan inci.
cm Menyatakan satuan cm.
mm menyatakan satuan milimeter
pt Menyatakan satuan "poin" atau titik. Dalam hal ini, 1pt = 1,72 inci
pc Menyatakan satuan "pica". 1px = 12 titik

Contoh penggunaan %  sebagai satuan ukuran adalah  font-size: 500%;  .
Kode tersebut menyatakan bahwa ukuran font yang digunakan adalah 5 x ukuran font sekarang.

Friday, 4 May 2018




KOMENTAR CSS

Komentar dapat di sertakan dalam CSS dengan tujuan untuk memberi penjelasan bagi pembaca kode atau untuk mematikan kode salama  penyusunan aplikasi web. Di CSS, semua tulian yang berada di antara pasangan /* dan */ akan dianggap sebagai komentar. Untuk mempraktikan hal ini berilah tanda pada kode berikut:



<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
      /*
      h1 {
        color: white;
        background-color: black;
      }
      */
      #info{
        width: 200px;
        height: 100px;
        border: 1px solid;
        text-align: center;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h1>Tes css</h1>
    <div id="info">hasil css eksternal</div>
  </body>
</html>


Terlihat di atas bahawa teks h1 pada kode di atas yang seharusnya memiliki background hitam dan warna teks putih, maka setelah diberi komentar tidak terjadi apa-apa.

SELEKTOR CSS

Dasar CSS yang harus di pahami terlebih dahulu adalah selektor, yang berfungsi untuk memilih elemen-elemen HTML yang menjadi target untuk di atur. Dengan memahami jenis-jenis selektor, anda bisa memilih yang paling tepat digunakan untuk memformat elemen-elemen HTML.


1. selektor kelas

Selektor kelas menerepkan aturan penyajian terhadap elemen-elemen yang mempunyai atribut class yang disebutkan di selektor. Ciri-ciri selektor kelas adalah seperti berikut:

  • Diawali dengan tanda titik (.).
  • Diikuti dengan nama kelas (isi atibut class).
Untuk memperaktikannya bisa mencoba kode berikut:


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
       .kota{
          color: white;
          background: black;
         }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h1>selektor kelas</h1>
    <ul>
       <li class="kota">bandung</li>
       <li class="provinsi">jawa barat</li>
       <li class="kota">jakarta</li>
       <li class="provinsi">jawa barat</li>
       <li class="kota">bogor</li>
    </ul>
  </body>
</html>

Hasilnya sebagai berikut:


Terlihat di atas bahawa hanya elemen yang diberi class kota yang backgroundnya hitam.

2. pseudo-kelas

Selektor pseudo-kelas tidak berhubungan dengan nama kelas di elemen HTML. Sebelum CSS3, selektor pseudo-kelas berkaitan dengan atribut-atribut khusus di elemen HTML. Sebagai contoh, lima pseudo-kelas, seperti pada tabel berikut.


Pseudo-kelas Keterangan
A:link Mengatur elemen A jika A merupakan elemen yang belum dikunjungi
A:visited Mengatur elemen A jika A merupakan elemen yang pernah dikunjungi
A:active Mengatur elemen A jika A di klik
A:focus Mengatur elemen A jika A merupakan elemen yang mulai mendapat fokus (misal pada tag input, ketika mouse diklik di dalam elemen ini).
A:hover Mengatur elemen A jika A merupakan elemen sedang disorot oleh cursor

Berikut contoh menunjukan penggunaan selektor pseudo-kelas yang mengatur tag <a>:


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
        .link1:link{
          color: blue;
         }
        .link2:visited{
         color: red;
        }
        .link3:active{
         color: green;
        }
        .link4:hover{
         color: black;
        }
    </style>
  </head>
  <body>
     <p>link: </p> <a href="#bagian-dua" class="link1"> keadaan belum dikunjungi </a>
     <p>visited: </p> <a href="#bagian-dua" class="link2"> pernah dikunjungi</a>
     <p>active: </p> <a href="#bagian-dua" class="link3"> sedang diklik</a>
     <p>hover: </p> <a href="#bagian-dua" class="link4"> sedang di sorot/hover</a>
  </body>
</html>


Untuk hasilnya silahkan lihat di browser sendiri.

Catatan :  Jika tidak di atur, link akan bersifat default seperti berikut:

  • link yang belum di kunjungi akan digarisbawahi  dan berwarna biri.
  • link yang sudah dikunjungi akan digarisbawahi dan berwarna ungu.
  • link yang sedang diklik akan digarisbawahi dan berwarna merah.


Di CSS3, pseudo-kelas dirancang agar tidak pemilihan elemen yang tidak berdasarkan struktur dokumen dapat dilakukan dengan cara mudah. ada beberapa pseudo-kelas yang direkomendasikan oleh W3C, seperti :first-child() :last-child() : only-child(), dan nth-child(). Berikut contoh penulisannya:

A. :first-child(), :last-child(), :nth-child()

<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
        /*bagian 1*/
        .bagian1:first-child{
         background-color: blue; 
        }
        .bagian1:last-child{
         background-color: red; 
        }
        /*bagian2*/
        .bagian2:nth-child(2n){
         background-color: yellow;
        }
        .bagian2:nth-child(2n-1){
         background-color: green;
        }
    </style>
  </head>
  <body>
   <h3>first-child dan last-child</h3>

   <div class="kurung">
     <div class="bagian1">elemen pertama</div>
     <div class="bagian1">elemen kedua</div>
     <div class="bagian1">elemen ketiga</div>
     <div class="bagian1">elemen keempat</div>
   </div>

   <h3>nth-child</h3>

   <div class="kurung2">
      <div class="bagian2">elemen pertama</div>
      <div class="bagian2">elemen kedua</div>
      <div class="bagian2">elemen ketiga</div>
      <div class="bagian2">elemen keempat</div>
   </div>
  </body>
</html>

Berikut hasilnya:


Dari contoh diatas, class bagian1 yang merupakan anak pertama adalah 
<div class="bagian1">elemen pertama</div> itu sebabnya anak pertama berwarna biru, dan akan terakhir berwarna merah.

Selektor .bagian2:nth-child(2n). berarti class bagian2 yang kedudukannya sebagai anak dengan urutan genap akan berwarna kuning. Sementara selektor .bagian2:nth-child(2n-1) yang kedudukannya sebagai anak dengan urutan ganjil akan berwarna hijau.

Catatan:

  • nth-child(2n) bisa ditulis menjadi nth-child(even)
  • nth-child(2n-1) bisa ditulis menjadi nth-child(odd)
B. :only-child()

contoh penggunaan :only-child dapat dilihat pada script berikut:


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
      .bagian1:only-child{
            background-color: blue; 
      }
    </style>
  </head>
  <body>
      <h3>only-child</h3>

      <div class="kurung">
  <div class="bagian1">elemen pertama</div>
      </div>
  </body>
</html>

Berarti "div yang kedudukannya adalah sebagai anak tunggal". hasilnya seperti berikut:


C. Selektor atribut

Selektor atribut digunakan untuk mengatur elemen elemen yang memiliki atribut sesuai dengan yang di sebutkan di selektor. Berikut tabel yang menunjukan empat kemungkinan selektor atribut yang biasa digunakan.

Selektor Keterangan
A[atrib] Cocok bagi semua elemen A yang memiliki atribut berupa atrib
A[atrib = "x"] Cocok bagi semua elemen A yang memiliki atribut berupa atrib dengan nilai berupa "x"
A[atrib ^= "x"] Cocok bagi semua elemen A yang memiliki atribut berupa atrib dengan nilai diawali oleh "x"
A[atrib$= "x"] Cocok bagi semua elemen A yang memiliki atribut berupa atrib dengan nilai diakhiri oleh "x"

Berikut contoh untuk mengatur semua elemen li yang class-nya diawali dengan "kota":


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
     /*elemen yang class-nya diawali dengan kota*/
       li[class^="kota"]{
          color: white;
          background: black;
         }
     /*elemen yang class-nya diakhiri dengan bandung*/
       li[class$="bandung"]{
          color: yellow;
         }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h1>selektor atribut</h1>
    <ul>
       <li class="kota-bandung">bandung</li>
       <li class="provinsi">jawa barat</li>
       <li class="kota-jakarta">jakarta</li>
       <li class="provinsi">jawa barat</li>
       <li class="kota-bogor">bogor</li>
       <li class="provinsi">sumatra</li>
       <li class="kota-bandung">bandung barat</li>
    </ul>
  </body>
</html>


Berikut hasilnya:



Terlihat diatas bahwa elemen yang class-nya diawali dengan "kota" maka background-nya berwarna hitam. Sementara elemen yang class-nya diakhiri dengan "bandung" teks nya berwarna kuning.
Untuk selektor yang lainnya bisa dicoba coba sendiri.

D. Selektor keturunan

Selektor keturunan digunakan untuk memilih elemen-elemen yang merupakan keturunan suatu elemen. Bentuknya seperti berikut:


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
      body div{
        color: yellow;
        background: black;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h1>selektor keturunan</h1>

    <div>bagian pertama</div>
    <div>bagian kedua</div>
    
    <hr>
    
    <section>
        <div>bagian pertama</div>
        <div>bagian kedua</div>
    </section>

  </body>
</html>


Maka div yang merupakan keturunan dari body. Hasilnya sebagai berikut:


E. Selektor orangtua-anak

Selektor orangtua-anak adalah selektor yang menyatakan  hubungan antara orang tua dan anaknya saja.  Turunan yang lebih dalam tidak dieksekusi. Untuk melihat perbedaan antara selektor keturunan, perhatikan kode berikut:



<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
      body > div{
        color: yellow;
        background: black;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h1>selektor orangtua-anak</h1>

    <div>bagian pertama</div>
    <div>bagian kedua</div>
    
    <hr>
    
    <section>
        <div>bagian pertama</div>
        <div>bagian kedua</div>
    </section>

  </body>
</html>

Perbedaan pada contoh keturunan terletak pada tambahan >, yaitu menjadi body > div. Hasilnya menjadi seperti berikut:


F. Selektor pseudo-elemen

Selektor pseudo-elemen tidak berkaitan dengan elemen secara langsung karena elemen yang di maksud sebenarnya tidak pernah ada. CSS3 mempunyai pseudo-elemen ::first-letter dan ::first-line.
  • Pseudo-elemen ::first-letter Berarti huruf pertama.
  • Pseudo-elemen ::first-line Berarti baris pertama.
Contoh penggunaan ::first-letter bisa dilihat pada kode dibawah ini:


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
      p::first-letter{
        float: left;
        font-size: 5em;
        line-height: 1em;
        padding-right: 1em;
        color: red;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h1>selektor pseudo-elemen</h1>

    <p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
    tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,
    quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo
    consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse
    cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non
    proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.</p>

    <p>ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
    tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,
    quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo
    consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse
    cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non
    proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.</p>

  </body>
</html>

Hasilnya seperti berikut:


perhatikan setiap huruf pertama di setiap p (paragraf) diformat berbeda dengan lainnya.

Contoh penggunaan ::first-line adalah sebagai berikut:


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
      p::first-line{
        float: left;
        font-size: 5em;
        line-height: 1em;
        padding-right: 1em;
        color: red;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h1>selektor pseudo-elemen</h1>

    <p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
    tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,
    quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo
    consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse
    cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non
    proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.</p>

    <p>ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
    tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,
    quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo
    consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse
    cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non
    proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.</p>

  </body>
</html>

Hasilnya seperti berikut:


Perhatikan, setiap baris pertama di paragraf dengan tulisan merah dan besar. Hal ini efek dari 
::first-line

G. Selektor universal

Selektor universal adalah selektor yang ditunjukan untuk semua elemen. Selektor ini berupa simbol *
. Contoh penggunaannya dapat dilihat di dokumen berikut:

<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
       *{
        color: blue;
       }
    </style>
  </head>
  <body>
    
    <h1>selektor universal</h1>

    <p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
    tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,
    quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo
    consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse
    cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non
    proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.</p>

  </body>
</html>

Hasilnya seperti berikut:

Terlihat diatas bahwa semua elemen yang ada di HTML terkena efek CSS. Ini merupakan dampak dari selektor-universal.

H. Selektor pengelompokan

Apabila elemen-elemen yang berbeda akan diformat dengan blok deklarasi yang sama, selektor masing-masing bisa dikelompolan menjadi satu semacam berikut:
h1, h2, h3
Dalam hal ini h1, h2, h3 adalah selektor. contoh berikut menunjukan bahwa h1 dan h2 menggunakan blok deklarasi yang sama.

<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
       h1, h2, h3{
        color: blue;
       }
    </style>
  </head>
  <body>

    <h1>selektor pengelompokan</h1>
    <h2>belajar css</h2>
    <h3>contoh selektor</h3>
    
  </body>
</html>

Hasilnya sebagai berikut:




CSS dibedakan menjadi dua, yaitu CSS internal dan CSS external. CSS internal adalah CSS yang diletakan bersama kode HTML, sedangkan CSS eksternal adalah CSS yang diletakan terpisah dengan file kode HTML.
CSS internal berada dipasangan tag <style>dan</style>. CSS eksternal berada di file berekstensi .css dan nama filenya disebutkan di dokumen HTML di tag <link>. di HTML5, tag <link> memerlukan dua atribut berupa href dan rel.

  •  href merujuk ke file berekstensi .css
  • rel diisi dengan "stylesheet", yang memberitahukan browser bahwa file adalah stylesheet.

Untuk memulai memperaktikkan CSS eksternal, buatlah kode berikut dengan menggunakan editor text, berinama file dengan external.css


h1 {
  color: white;
  background-color: black;
}
#info{
  width: 200px;
  height: 100px;
  border: 1px solid;
  text-align: center;
}


Lalu anda buatlah file dengan nama external.html, lalu tulislah kode seperti berikut:


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <link rel="stylesheet" href="eksternal.css">
  </head>
  <body>
    <h1>Tes css</h1>
    <div id="info">hasil css eksternal</div>
  </body>
</html>

Jika kode anda benar maka hasilnya akan seperti berikut:


Dan untuk penulisan CSS internal maka kodenya sebagai berikut:


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
    <style>
      h1 {
        color: white;
        background-color: black;
      }
      #info{
        width: 200px;
        height: 100px;
        border: 1px solid;
        text-align: center;
      }
    </style>
  </head>
  <body>
    <h1>Tes css</h1>
    <div id="info">hasil css eksternal</div>
  </body>
</html>

CSS internal bisa juga ditulis di atribut style pada elemen HTML yang akan di format, maka penulisannya sebagai berikut:


<!doctype html>
<html>
  <head>
    <title>belajar css</title>
  </head>
  <body>
    <h1 style="color: white; background-color: black;">Tes css</h1>
    <div id="info" style="width: 200px; height: 100px; border: 1px solid; text-align: center;">hasil css eksternal</div>
  </body>
</html>

Namun, cara seperti itu tidak direkomendasikan karena membuat bagian tag HTML terlihat kompleks, kecuali kalau isi atribut style sederhana (berisi satu atau dua properti singkat).





PENGERTIAN CSS


Cascading style sheet (CSS) adalah lembar kode yang digunakan untuk mengatur penampilan elemen elemen HyperText Markup Language (HTML). Hal ini dibuat dengan tujuan agar kode HTML hanya memusatkan perintah pada konten atau isi halaman web, sedangkan urusan penampilan data/informasi menjadi urusan CSS. Walaupun CSS seringkali diletakan di dokumen HTML, kode CSS bukanlah bagian dari dokumen HTML. CSS merupakan bahasa tersendiri yang dirancang untuk memperkaya tampilan informasi di halaman web. 

PERSIAPAN MEMULAI BELAJAR CSS


Anda cukup menyiapkan web browser seperti Google Chrome mozilla firefox, dan Microsoft Internet Explorer. Hal yang terpenting adalah gunakan web browser yang mendukung HTML5 karena contoh contoh di tutorial ini menggunakan HTML5. Sebaiknya anda memasang beberapa web browser untuk menguji CSS karena kadang-kadang ada perbedaan penanganan dalam hal tertentu, misalnya dalam hal membuat bingkai dengan tepi melengkung.
Software lain yang di perlukan adalah editor text. dianjurkan untuk menggunakan editor yang mendukung penomoran baris supaya memudahkan anda ketika menjumpai kesalahan. Contoh editor text yang bisa anda gunakan diantaranya :
  1. Notepad++ (download)
  2. sublime text (download)
  3. atom (download)




Sunday, 7 January 2018




sekarang kita akan belajar memasukan gambar pada HTML. sebuah halaman web tenpa sebuah gambar rasanya tidak enak dilihat, maka dari itu di dalam HTML ada tag untuk menyisipkan gambar pada dokumen HTML, yaitu tag image atau ditulis <img>. tag <img> digunakan untuk menyisipkan gambar pada dokumen HTML, dan tag ini tidak menggunakan tag penutup, tag ini dapat menampilkan gambar dengan format jpg, png atau gif

atribut src atau kependekan dari source yaitu atribut yang berisi alamat file gambar yang ingin ditampilkan. alamat file yang ditampilkan bisa dari komputer sendiri atau bisa dari situs lain.

berikut contoh penulisan, jika file gambar berada satu folder dengan dokumen html kita.


<img src="namaGambar.jpg">

jika file gambar kita berada di dalam folder berbeda yaitu sebagi berikut:

<img src="namaFolder/namaGambar.jpg">

jika diluar dari folder file html yaitu sebagai berikut:

<img src="../namaGambar.jpg">

berikut contoh lengkap penulisannya:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>membuat gambar pada html</title>
</head>
<body>
   <h2>membuat gambar pada HTML</h2>
   <img src="gambar.jpg">
</body>
</html>


mengatur ukuran gambar

dari hasil di atas terlihat bahwa gambar yang di tampilkan sangat besar sehingga tidak enak dipandang, maka dari itu ada atribut untuk mengatur ukuran gambar yaitu width dan height.
width digunakan untuk mengatur lebar gambar sementara height digunakan untuk mengatur tinggi gambar. value yang digunakan berupa angka.


<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>membuat gambar pada html</title>
</head>
<body>
   <h2>membuat gambar pada HTML</h2>
   <img src="gambar.jpg" width="300" height="200">
</body>
</html>



Atribut alternative description (alt)

atribut alt digunakan untuk menampilkan keterangan jika gambar gagal di tampilkan browser, atau browser sudah diatur untuk tidak menampilkan gambar.


<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>membuat gambar pada html</title>
</head>
<body>
   <h2>membuat gambar pada HTML</h2>
   <img src="gambar.jpg" width="300" height="200" alt="gambar logo html">
</body>
</html>

jika gambar gagal ditampilkan oleh browser maka hasilnya sebagai berikut.


Gambar sebagai link

link juga bisa berupa gambar, yaitu jika gambar tersebut di klik maka akan mengarah ke halaman yang lan. penerapan gambar sebagai link ini biasanya terdapat pada iklan. 

cara membuat gambar sebagai link ini sebelumnya telah di bahas pada tutorial belajar membuat link HTML 

berikut contoh penulisannya:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>membuat gambar pada html</title>
</head>
<body>
   <h2>membuat gambar pada HTML</h2>
   <a href="http://otnasus18.blogspot.com"><img src="gambar.jpg" width="300" height="200" alt="gambar logo html"></a>
</body>
</html>

Saturday, 6 January 2018


sekarang kita akan belajar membuat link pada HTML. apa itu link ?, link adalah sebuah teks atau elemen ketika kita klik akan mengarah ke halaman yang lain. tanpa adanya link mungkin tidak akan ada web, karena link memegang kendali yang sangat penting terhadap halaman web. secara default link biasanya berwarna biru dan ketika link tersebut telah kita kunjungi dia akan berwarna ungu. dan ketika kursor diarahkan ke link tersebut kursor akan berubah dengan tangan menunjuk atau pointer.

untuk membuat link dibutuhkan tag <a> atau diartiken sebagai ancor (jangkar). tag <a> tidak memiliki tag penutup yaitu hanya menggunakan satu tag di depannya saja. dalam penulisan link ada satu atribut yang sangat penting yaitu href, fungsi href  (hypertext reference) sendiri sebagai tempat alamat dari halaman yang ingin kita tuju.

untuk contoh penulisannya sendiri sebagai berikut :

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>belajar membuat link html</title>
</head>
<body>
   <h2>membuat link</h2>
   <p>untuk belajar pemrograman dasar bisa
   kunjungi <a href="http://www.otnasus18.blogspot.com">disini</a></p>
</body>
</html>
dari hasil di atas bisa dilihat bahwa teks yang merupakan link terdapat garis bawah atau underline, ketika link tersebut kita klik akan mengarah ke halaman link yang terdapat pada atribut href.

lokal link

dari contoh di atas, itu merupakan link eksternal. lokal link merupakan link yang mengarah pada halaman documen yang kita buat sendiri, berikut contoh kodenya :

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>belajar membuat link html</title>
</head>
<body>
   <h2>membuat link</h2>
   <p>untuk belajar pemrograman dasar bisa kunjungi <a href="halaman2.html">disini</a></p>
</body>
</html>

dari contoh di atas memang akan terlihat sama hasilnya, namun halaman yang dituju berbeda, dia akan mengarah ke file html kita yang lain.

Atribut target


dalam tag <a> terdapat atribut yang jika kita klik link tersebut apakah halaman tersebut akan dibuka pada tab baru atau tetap pada satu tab. atribut itu adalah target, ada beberapa value pada target diantaranya _blank, maka halaman yeng akan dituju akan dibuka pada tab yang baru. jika valuenya _self  maka halaman akan dibuka pada tab yang sama. berikut contoh penulisannya.


<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>belajar membuat link html</title>
</head>
<body>
   <h2>membuat link</h2>
   <p>untuk belajar pemrograman dasar bisa kunjungi <a href="http://www.otnasus18.blogspot.com"      target="_blank">disini</a></p>
</body>
</html>


dari contoh di atas link yang tadi saat di klik maka akan dibuka pada tab baru. jika valuenya _self maka akan dibuka pada tab yang sama.


Link gambar

Kode HTML Link selain dalam bentuk teks, ternyata link juga bisa dalam bentuk gambar yang sering digunakan sebagai iklan sebuah perusahaan atau produk. yaitu jika gambar tersebut kita klik maka akan kehalaman lain, berikut contoh penulisannya


<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>belajar membuat link html</title>
</head>
<body>
   <h2>membuat link</h2>
   <a href="http://www.otnasus18.blogspot.com"><img src="Gambar3.jpg"></a>
</body>
</html>


Friday, 5 January 2018


hai kembali lagi di otnasus18 setelah sebelumnya kita belajar tentang Quotations pada HTML, sekarang kita akan belajar cara membuat kode komputer pada HTML. dalam penulisan kode HTML kode komputer diperlukan untuk membuat contoh kode kode tertentu, contoh jika kita ingin menulis teks dalam format dan gaya komputer. ada beberapa tag untuk menulis kode komputer pada HTML yaitu: <code>, <kbd>, <samp>, <var>, <pre> langsung saja untuk cara penulisannya.

<kbd> untuk keyboard atau masukan

tag <kbd> adalah kependekan dari keyboard digunakan untuk teks format input keyboard dan teks dengan tag ini menggunakan font monospace, contoh penulisannya:



<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>belajar kode komputer HTML</title>
</head>
<body>
   <p>tekan shortcut <kbd>ctrl + s</kbd> untuk menyimpan file</p>
</body>
</html>

dari hasil di atas bahwa teks ctrl + s merupakan input keyboard.

<samp> untuk output komputer

<samp> adalah kependekan dari program sample, tag ini difungsikan untuk membuat contoh kode program, tag ini ditampilkan dengan font monospace. tag ini akan ditampilkan mirip dengan tag<code>.

untuk penulisan tag <samp> sebagai berikut:


<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>belajar kode komputer HTML</title>
</head>
<body>
   <p>HTML merupakan kependekan dari <samp>hyper teks markup language</samp></p>
</body>
</html>

<code> untuk kode komputer

tag <code> digunakan untuk menulis contoh kode program pada HTML, contoh disini saya akan menulis kode java script.

<!DOCTYPE html>
<head>
   <title>belajar komputer kode html</title>
</head>
<body>
   <code>
      var x = 10;
      var y = 20;
      var z = x + y;
      document.getElementById('konten').innerHTML = z;
   </code>
</body>
</html>


dari contoh di atas bahwa tag <code> tidak memberi line-break artinya teks apapun yang menggunakan tag <code> ditampilkan inline atau menyamping.

<var>  untuk variable pada HTML


<var> digunakan untuk penulisan variable pada matematika di dokumen HTML atau variable dalam konteks pemrograman, contoh penulisannya sebagai berikut:

<!DOCTYPE html>
<html>
</head>
<title>belajar kode komputer html<title>
</head>
<body>
   <p>variable <var>a</var> sama dengan variable<var>a</var></p>
</body>
</html>


Membuat komentar HTML

dalam penulisan kode HTML terdapat sebuah fungsi untuk mematikan kode program yaitu dengan komentar, komentar biasanya untuk membuat suatu penjelasan pada kode yang kita buat dan komentar tidak akan terbaca oleh browser sebagai kode program.

berikut contoh penulisan komentar:


<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>belajar membuat komentar html</title>
</head>
<body>
   <h2>membuat komentar</h2>
   <!-- <p>belajar membuat komentar HTML di otnasus18</p> -->
</body>
</html>

dari contoh kode di atas kenapa tidak ada hasil di browsernya, karena kode atau teks yang menggunakan komentar tidak akan terbaca oleh browser.
logo html

kita sering mendengar istilah kutipan, biasanya kutipan ini digunakan saat kita menulis sebuah artikel atau sebuah karya ilmiah, dalam penulisan kutipan pada html ada dua buah tag yaitu tag <blockquote> dan tag <q>, nah pada tutorial kali ini kita akan belajar tentang Quotations atau kutipan.

berikut ini contoh dalam penulisan tag <blockquote> dalam HTML.

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>belajar quotetions html</title>
</head>
<body>
   <h2>cara membuat kutipan pada html</h2>
   <p>Hypertext Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markah yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, <blockquote>menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan pemformatan hiperteks 
sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII</blockquote> agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi.</p>
</body>
</html>

dan berikut hasil dari kode di atas:




seperti pada hasil di atas bahwa teks yang menggunakan <blockquote> teks tersebut sedikit bergeser ke samping kanan pada awal dan akhir teks yang didalam tag <blockquote>.

jika tag <blockquote> untuk membuat kutipan panjang maka tag <q> untuk membuat kutipan pendek, dan tag <q> ini sifatnya inline, dia akan terus memanjang kesamping berbeda dengan <blockquote> yang sifatnya block yaitu kebawah, dan teks dengan tag <q> akan menyatu dengan teks disampingnya.

untuk hasil pada halaman browsernya tag teks dengan tag <q> akan ada diantara tanda kutip dua, berikut contoh penulisannya:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>belajar quotetions html</title>
</head>
<body>
   <h2>cara membuat kutipan pada html</h2>
   <p><q>Hypertext Markup Language (HTML)</q> adalah sebuah bahasa markah yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web,.</p>
</body>
</html>

dan berikut hasil dari kode di atas:


seperti yang terlihat di atas bahwa teks yang di dalam tag <q> akan terdapat tanda kutip dua pada awal dan akhir tag. 
background